Akibat Pemblokiran Rekening Sepihak, Seorang Nasabah BJB Merasa Dirugikan

BANDUNG, LENSAJABAR.COM — Dalam pemblokiran suatu rekening yang di lakukan pihak Bank terhadap nasabah, seharusnya di lakukan setelah konfirmasi terlebih dahulu. Akan tetapi hal tersebut diduga dilakukan oleh oknum Petugas Bank BJB Cabang Gedung Sate yang memblokir rekening nasabahnya secara sepihak.

Seorang nasabah yang sekaligus pengusaha media di kota Bandung Zhovena ST., merasa di rugikan akibat rekening miliknya di blokir tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu, sehingga atas insiden tersebut pihaknya bersama beberapa rekan media menyambangi Bank BJB cabang Gedung Sate, Senin (4/3).

Kepada awak media Zhovena menyampaikan, “ rekening saya di blokir oleh pihak bank BJB Cabang Gedung Sate tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu, akibat kejadian ini ada beberapa usaha saya yang di cancel bahkan tidak di bayar.

“ Seharusnya pihak Bank BJB mengkonfirmasi terlebih dahulu apabila rekening akan di blokir apapun alasannya, sehingga saya bisa mengantisipasi hal-hal yang bisa mengakibatkan kerugian pada bisnis yang kami jalani” tegas Zhovena.

“ Ketika pihak kami mengetahui akan adanya pemblokiran tersebut, maka kami hubungi pihak Bank BJB dan ditangani oleh Bapak Agam, dirinya mengatakan, untuk pemblokiran merupakan aturan pihaknya dan di sampaikan olehnya ( Agam-red*) bahwa ada kesalahan transfer ke rekening PT. Dimensi Nusantara dengan nilai nominal Rp. 22.750.000,- pada tanggal 28 Desember 2018 “ tandas Zhovena.

Lebih lanjut Zhovena menambahkan, kalau memang benar ada kesalahan transfer yang masuk ke rekening PT. Dimensi Nusantara, maka kami akan mengembalikannya.

Sementara itu Supervisor Bank BJB cabang Gedung Sate Setia Manah Resmini meyampaikan, “ kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan kerugian yang di alami nasabah dalam hal ini bapak Zhovena.

“Kesalahan memang dari pihak kami, kami siap melayangkan surat klarifikasi ke pihak yang dianggap telah menilai bahwa rekening bapak bermasalah” tandas Reni.

‘ Pemblokiran tersebut kami lakukan, karena ada kesalahan transfer senilai Rp. 22.750.000,- dan kami menilai pemblokiran tesebut merupakan hak kami” katanya. (Team).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: