Kunjungan Kerja Menko Maritim RI, dalam Peresmian Jembatan Gantung (Situ Gunung Suspension Bridge) Sukabumi

Foto : Jenderal (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Maritim

SUKABUMI, LENSAJABAR.COM — Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami, bersama Kepala dinas Parawisata Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani SH, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten dan Kota Sukabumi. Menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan  untuk meresmikan Jembatan Gantung Situgunug (Situ Gunung Suspension Bridge) dengan memiliki panjang 243 Meter , serta lebar  1,2 Meter  bertempat di Area Wisata Kaki Gunung Gede Pangrango Situgunung Kadudampit Kabupaten Sukabumi, Sabtu (9/3).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, menyampaikan.” Sangat tertarik akan keindahan alam yang ada di Kabupaten Sukabumi, ini memang daerah yang luar biasa, keindahan potensi Sukabumi selatan juga luar biasa”.

” Bapak Presiden memberikan cukup perhatian untuk wilayah Kabupaten Sukabumi ini, dan Presiden menginginkan pembangunan infrastruktur di daerah ini berjalan baik “paparnya.

Luhut  berharap, Indonesia menjadi model dari negara berkembang.

“Selanjutnya Pemerintah membuat beberapa program selain dana pusat , maka dana desa kita luncurkan untuk percepatan pembangunan,  saya dorong betul lapangan terbang bisa selesai tahun ini, dan bukan hanya Investasi infrastruktur saja, saya juga meminta kepada masyarakat agar dapat mendidik generasi muda menjadi generasi yang berkarakter ” tandasnya.

” Didikan orang tua itu penting agar anak kita memiliki karakter lebih baik, karena pinterpun kalau tidak punya karakter itu tidak elok, saya selalu berpesan saat di Kopasus, Jaga nama baik, derajat dan kehormatan, Jangan ada yang rendah diri “harapnya.

Lebih lanjut,  berkaitan dengan pembangunan Jalan Tol, Menko Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, bahwa pada tahun 2021 jalan tol tersebut harus rampung selesai.

“Program jalan Tol Ciawi ke Sukabumi  ini sebetulnya sudah 21 tahun terhambat, sekarang tahap satu selesai dan tahun 2021 harus selesai, karena kita punya tempat yang bagus, jalan tidak bagus tidak mungkin orang tidak akan datang ke tempat ini” papar Luhut.

“Selain itu juga Menko menginginkan wilayah Ujung Genteng, Banten dan Sukabumi,  supaya dapat terhubung secara utuh, dengan infrastruktur yang baik dan terpelihara agar kedepannya Pelabuhan kita kerjakan, perikanan kita kerjakan, terlebih lagi yang menyangkut pariwisata, pemerintah punya target 10 seperti Bali,”tutup nya.

Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami dalam sambutannya, menyampaikan Ucapan terimakasih atas dukungan Permerintah Pusat untuk pembangunan di Kabupaten Sukabumi, seperti Objek Wisata Jembatan Gantung yang telah hadir sekarang ini.

” Mudah mudahan dengan kehadirannya Bapak Menko hari ini bisa menjadikan kami lebih termotivasi untuk mengembangkan wilayah Kabupaten Sukabumi, sehingga dari potensi yang ada bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, dan juga meminta dorongan pembangunan lanjutan untuk Kabupaten Sukabumi “harapnya.

” Terutama kami atas nama Bupati masyarakat Kabupaten Sukabumi, mohon bantuan pak Luhut untuk menyampaikan kepada bapak Presiden Ir. Joko Widodo, agar dapat mendukung program lanjutan, setelah yang di programkan seperti jalan tol, Kereta Api double track, Bandara, dan Pelabuan Pengumpan”.

” kami juga mohon Kawasan Ekonomi Khusus di Cikidang segera di tetapkan Bapak Presiden RI”.

Selanjutnya, selain pengembangan untuk kawasan wisata di Kabupaten Sukabumi, menurut Bupati, Pemkab Sukabumi juga melakukan pengembangan pertanian dan peternakan.

” kami bekerja sama dengan IPB untuk membuat sekolah lapangan dengan pengembangan peternakan sapi, Kedepannya Pelabuanratu juga harus jadi ratunya di Indonesia, namun Pelabuanratu tidak mungkin berkembang kalau tidak ada dukungan inprastruktur yang baik ” jelasnya.

Bupati mengaku, untuk membuat daya tarik Kabupaten Sukabumi, dirinya meminta semua elemen untuk membuat event bulanan, seperti ” kita juga mulai mendorong potensi ibu ibu dan kaum milenial menjawab tantangan, jangan sampai orang datang ke Cikidang misalnya hanya membawa kain basah namun tidak membawa oleh oleh khas Sukabumi “. (Adam Firmando).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: