Kabid Humas Polda Jabar : Mahasiswa Merupakan Penggerak Moral Terhadap Perubahan Bangsa

oleh -21 views

BANDUNG, LENSAJABAR.COM — Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto M.S.I , Wakapola Jawa Barat Brigjen Pol Dr. Ahkmad Wiyagus, S.I.K.,M.S.I., M.M., didampingi para Pejabat Utama Polda Jawa Barat bersilaturahmi dengan Mahasiswa  Kelompok Cipayung  dalam rangka menciptakan Pileg dan Pilres yang aman damai dan sejuk Kamis 21/02/2019.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko,  S.I.K., menuturkan,” acara silaturahmi dengan unsur mahasiswa tersebut penting artinya, karena mahasiswa merupakan penggerak moral terhadap perubahan Bangsa, selain itu mahasiswa juga mempunyai peran yang penting dalam menjaga Kebhinekaan dengan terus menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta merawat Persatuan dan Kesatuan untuk melawan Radikalisme/Terorisme juga Intoleransi di lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto M.Si  dalam sambutannya mengatakan,” kegiatan silaturahmi ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Jambore Kebangsaan  di Cikole yang dihadiri oleh hampir 500 orang,  dan  baru satu-satunya Polda Jabar yang mengadakan kegiatan tersebut bersama  mahasiswa,  dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan agar lebih mencintai Negara kesatuan Republik Indonesia dan menjaga persatuan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jabar juga menyatakan bahwa dalam menyikapi berbagai tantangan kondisi Bangsa Indonesia, yang pada saat ini sedang menghadapi agenda Demokrasi yaitu tahapan Pemilu 2019, maka diperlukan peran dan partisipasi dari elemen mahasiswa, sehingga Pileg juga Pilpres 2019 dapat terlaksana  dengan aman, damai dan sejuk  di Wilayah Hukum Jawa Barat.Selain itu Kapolda Jabar berharap agar  para pemuda dan mahasiswa berkomitmen di dalam menjaga serta memelihara kondusifitas Kamtibmas di Wilayah Hukum Polda Jabar.

Diingatkan pula oleh Kapolda Jabar, bahwa perlu diantisipasi dalam setiap tahapan Pileg dan Pilpres mempunyai kerawanannya masing – masing, diantaranya Money Politik, Black Campaign, Intimidasi, Konflik antar pendukung, pengerahan massa, berita bohong/hoax, Isu Sara, Hate Speech dan sebagainya, sehingha berpotensi menimbulkan konflik komunal terbuka antar elemen di masyarakat. (Humas Polda Jabar/Yatiman). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *